عین مو لن ☆ chetot_schatzi
Sabtu, 18 Februari 2017
amunisi sampai masuk jeruji besi
Senin, 13 Februari 2017
Urgensi Menuntut Ilmu Agama
Syariat Islam itu berbeda-beda urgensi dan kedudukannya, sesuai dengan kebutuhan manusia terhadapnya. Mengingat kebutuhan manusia yang sangat tinggi terhadap ilmu syar’i (ilmu agama), maka menuntut ilmu syar’i menempati kedudukan yang sangat penting di antara ajaran-ajaran Islam yang lainnya. Bahkan Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata,
النَّاسُ إِلَى الْعِلْمِ أَحْوَجُ مِنْهُمْ إِلَى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ. لِأَنَّ الرَّجُلَ يَحْتَاجُ إِلَى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ فِي الْيَوْمِ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ. وَحَاجَتُهُ إِلَى الْعِلْمِ بِعَدَدِ أَنْفَاسِهِ
“Kebutuhan manusia terhadap ilmu (syar’i) itu melebihi kebutuhannya terhadap makanan dan minuman. Hal itu karena seseorang membutuhkan makanan dan minuman hanya sekali atau dua kali (saja), adapun kebutuhannya terhadap ilmu (syar’i) itu sebanyak tarikan nafasnya.” [Madaarijus Saalikiin, 2/440]
Dengan Menuntut Ilmu Syar’i, Manusia Terbedakan dari Binatang
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata ketika menjelaskan tentang pentingnya ilmu syar’i dan kebutuhan manusia terhadapnya,
ان الانسان إِنَّمَا يُمَيّز على غَيره من الْحَيَوَانَات بفضيلة الْعلم وَالْبَيَان وَإِلَّا فَغَيره من الدَّوَابّ وَالسِّبَاع أَكثر أكلا مِنْهُ واقوى بطشا وَأكْثر جماعا واولادا واطول اعمارا وَإِنَّمَا ميز على الدَّوَابّ والحيوانات بِعِلْمِهِ وَبَيَانه فَإِذا عدم الْعلم بقى مَعَه الْقدر الْمُشْتَرك بَينه وَبَين سَائِر الدَّوَابّ وَهِي الحيوانية الْمَحْضَة فَلَا يبْقى فِيهِ فضل عَلَيْهِم بل قد يبْقى شرا مِنْهُم
“Manusia itu dibedakan dari jenis binatang dengan adanya keutamaan ilmu dan bayan (penjelasan). Jika manusia tidak memilki ilmu, maka binatang melata dan binatang buas itu lebih banyak makan, lebih kuat, lebih banyak jima’ (berhubungan seksual), lebih banyak memiliki anak, dan lebih panjang umurnya daripada manusia. Manusia itu dibedakan dari binatang karena ilmu dan bayan yang dimilkinya. Jika keduanya tidak ada, maka yang tersisa adalah adanya sisi persamaan antara manusia dan binatang, yaitu ‘sifat kehewanan’ saja. Dan tidak ada keutamaan manusia atas binatang, bahkan bisa jadi manusia lebih jelek darinya.” [Miftaah Daaris Sa’aadah, 1/78]
Maksudnya, jika manusia tidak memiliki ilmu terhadap hal-hal yang bermanfaat untuk dunianya dan tempat kembalinya di akhirat, maka seakan-akan binatang itu lebih baik darinya. Hal ini karena selamatnya binatang di akhirat dari apa yang menghancurkannya, sedangkan manusia yang bodoh tidak bisa selamat. Semoga Allah Ta’ala merahmati seorang penyair yang berkata,
فليجتهد رجل فى العلم يطلبه … كيلا يكون شبيه الشاء و البقر
Hendaklah seseorang bersemangat dalam menuntut ilmu,
Agar dia tidak serupa dengan kambing atau lembu
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata,
لولا العلماء لصار الناس كابهائم
“Kalaulah bukan karena ulama, maka manusia sama dengan binatang.” [Mukhtashar Minhajul Qashidin]
Ilmu Syar’i Merupakan Penjaga dari Kesesatan, Penyelewengan dan Beramal Tanpa Ilmu
Ibnul Qayyim rohimahulloh berkata,”Beramal tanpa ilmu itu seperti berjalan tanpa petunjuk. Tentu saja akan lebih dekat kepada kerusakan daripada keselamatan. Kemungkinan untuk ditaqdirkan selamat adalah sangat kecil (yaitu, apabila seseorang beramal tanpa ilmu). Hal tersebut tidaklah terpuji, bahkan sangat tercela bagi orang-orang yang berakal. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,الْعَامِل على غير علم كالسالك على غير طَرِيق وَالْعَامِل على غير علم مَا يفْسد اكثر مِمَّا يصلح فَاطْلُبُوا اللم طلبا لَا تضروا بِالْعبَادَة واطلبوا الْعِبَادَة طلبا لَا تضروا بِالْعلمِ
‘Beramal tanpa ilmu itu seperti berjalan di luar jalur. Orang yang beramal tanpa ilmu, maka kerusakan yang ditimbulkannya akan lebih banyak daripada kebaikan yang diraih. Maka carilah ilmu dengan tidak mengganggu ibadah, dan beribadahlah dengan tidak mengganggu mencari ilmu.’” [Miftaah Daaris Sa’aadah, 1/83]
Menuntut Ilmu Syar’i Merupakan Sarana untuk Meraih Cinta Allah terhadap Seorang Hamba
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
انه لَا شَيْء اطيب للْعَبد وَلَا الذ وَلَا اهنأ وَلَا انْعمْ لِقَلْبِهِ وعيشه من محبَّة فاطره وباريه ودوام ذكره وَالسَّعْي فِي مرضاته وَهَذَا هُوَ الْكَمَال الَّذِي لاكمال للْعَبد بِدُونِهِ وَله خلق الْخلق … ولاسبيل إِلَى الدُّخُول إِلَى ذَلِك إِلَّا من بَاب الْعلم فَإِن محبَّة الشَّيْء فرع عَن الشُّعُور بِهِ واعرف الْخلق بِاللَّه اشدهم حبا لَهُ فَكل من عرف الله احبه وَمن عرف الدُّنْيَا واهلها زهد فيهم فالعلم يفتح هَذَا الْبَاب الْعَظِيم الَّذِي هُوَ سر الْخلق وَالْأَمر
“Tidak ada sesuatu yang lebih harum bagi hamba, tidak ada pula yang lebih lezat, lebih sejuk dan lebih nikmat untuk hati dan kehidupannya melebihi cinta (dari) Penciptanya dan Pengaturnya (yaitu Allah Ta’ala, pen.), terus-menerus berdzikir kepada–Nya dan berjalan meraih keridhaan–Nya. Inilah kesempurnaan yang tidak ada kesempurnaan lagi sesudahnya dan untuk itulah makhluk diciptakan. …. Serta tidak ada jalan untuk meraihnya kecuali melalui pintu ilmu karena kecintaan terhadap sesuatu merupakan cabang dari pengetahuannya terhadap sesuatu yang dia cintai. Makhluk yang paling mengenal Allah, dialah yang paling mencintai Allah. Maka setiap orang yang mengenal Allah, dia pasti akan mencintai Allah. Barangsiapa yang mengenal dunia dan ahlinya, maka dia akan zuhud darinya. Dan ilmu membuka pintu yang besar ini, yang merupakan rahasia makhluk dan segala urusan.” [Miftaah Daaris Sa’aadah, 1/83] [1]
Semoga Allah Ta’ala senantiasa memudahkan langkah kita untuk menuntut ilmu syar’i dan meneguhkan kita di atas jalan menuntut ilmu.
***
Minggu, 12 Februari 2017
SURAT KECIL BUAT AYAH DAN IBU
Ayah, aku tahu engkau selama ini telah bekerja keras demi anakmu ini. Engkau bekerja membanting tulang agar aku bisa sekolah seperti anak-anak yang lain. Bahkan engkau telah berjuang agar anakmu yang jarang berterima kasih ini selalu berangkat sekolah dengan semangat. Engkau cukupi semua kebutuhan sekolahku, bahkan semua permintaanku ini itu engkau sering turuti.
Entah kenapa dulu aku jarang berfikir bahkan mungkin tak pernah memikirkan, apakah engkau saat itu mempunyai uang dan biaya demi menuruti semua keinginanku. Kini aku sadar, ternyata mencari uang itu memang butuh kerja keras. Maafkan aku ayah, anakmu ini memang dulu tak tahu diri dan sering menyusahkanmu
Ibu ayah, aku sadar engkau selama ini begitu sayang padaku. Begitu banyak perhatian yang telah kau berikan. Terutama dalam mendidik anakmu yang bandel ini. Kau sering menemaniku belajar saat aku kecil dulu. Mengajariku mengenal huruf A, B dan C dengan sabar. Atau selalu senantiasa dengan penuh senyum mengajariku angka-angka dengan menekuk jari-jariku. Hingga sampai masa SD, SMP bahkan sampai SMA, engkau pun masih begitu perhatian dengan anakmu ini.
Engkau sering mengingatkanku dengan sekolahku, hingga engkau sering kali aku anggap sebagai makhluk paling rewel di dunia ini karena seringnya menasehatiku. Ibu, maafkan aku yang dulu sering mengadu padamu saat ayah tak mau menuruti kemauanku. Berharap engkau mau merayu ayah tuk berjuang demi aku. Padahal sebenarnya ayah dan engkau pun selama ini telah berjuang dengan sangat keras demi sekolahku.
Hingga akhirnya aku tahu, ternyata kau sering menangis karena merasa tak bisa memenuhi keinginanku. Sungguh aku pun rasanya ingin menangis ketika baru menyadari ini sekarang.
TERIMAKASIH UNTUK SEMUANYA
Sabtu, 11 Februari 2017
SELEMBAR PUISI UNTUK KEKASIH
Terpaku dalam kegundahan hati
Terasa tak dapat ku lawan dengan jari-jari
Tiada lagi tempat hari yang terasa ada
Hanya lelah
Lelah yang ku rasa……………
Andaikan waktu itu tak terjadi
Mungkin hatiku takan remuk seperti ini
Langkahku terhenti dalam kelamnya malam
Mataku terhalang jurang yang dalam
Pendengaranku sayup-sayup tak menentu
Hatiku terombang ambing dalam ombak kemarahan
Ragaku tak berkuasa untuk berfungsi
Mungkin tiada lagi yang dapat terjadi saat ini
Semangatku lemah hatiku susah
Teringat malam itu yang menyakitkan
Inikah kehidupan?
Kurasa semua bukan seperti ini
Mungkin masih ada titik terang
Yang akan menyinari kegelapan hati
Memberi pujian untuk diri sendiri
Meredamkan semua yang ada saat ini
Hingga aku dapat kembali ke kehidupan yang indah ini
💌👉 Nurul Mukaromah ♻
Senin, 06 Februari 2017
DRAMA JAWA omah kosong
Mangsane istirahat. Murid liyane wis pada metu. Nanging Rizky, Heny, Mala, Tian, Gati ijeh ning njero kelas, lagi pada nggatekke ceritane Rizky.
Rizky : eh, ngerti ora? Nang desane aku lak ono omah sek wes sui ra di enggoni. Njuk Tanggane aku wingi mbengikan lewat kono, mlaku, pas mengo neng omah kui tanggane aku ki weruh pocong neng njero jendelo omah kosong kui..
Gati : opo kui? Ra mutu. Ora ngandel ah.
Mala : hussssttttt, kosek to. Rung rampung leh crito. Trus ke Riz!
Rizky : yo tanggane ki banjur mlayu. Kepethuk tangga liyane njuk crito.
Tian : lanang po wedok leh diweruhi ?
Rizky : lanang.
Heny : umur piro ris? Tuwo rung? Ganteng ra? Ijeh sekolah?
Gati : meh kenalan opo pye?
Rizky : umur 20. Haha. Lumayan, tapi wis lulus kok.
Heny : ah, rasido.
Mala : emang cepak po omah kosong kui ro omahmu?
Rizky : lumayan sih, keletan 5 omah.
Mala : owh, ha cepak kui. Emang kowe rung tau diweruhi?
Tian : halah, seng cerito ngono ki meng gawe wong seng weden. Ora mungkin, mosok wong mati gentayangan njuk nguni omah.!
Gati : ho’o bener kui. Kepye nek dewe sek buktiake. Men do percoyo, ora meng seko cerito iki tok. Kepiye?
Heny : aku setuju kui Gat, kepriye nek ngko mbengi ae? Mumpung malem jumat kliwon. Pye?
Gati : aku ngono setuju ae. Lah rizky gelem ngancani ora? Dewe kan rung tau rono. Ra ngerti sek endi!
Mala : we? Opo? Pakeme? Aku ora ah.
Rizky : aku gelem, tapi tak udohke omahe njuk tak tunggu neng ngarep ae ya? Pye?
Heny : oke, sopo wedi!!
Tian : eh, yakin? Ora wedi po/ ngko nek di gowo setane njuk diajak neng kuburane njuk kowe kowe ra iso bali neh pye?
Mala : ho’o. Piye jal? Aku lak jeh pengen konconan karo kowe-kowe to. Mbok ojo to. Aku wedi kalian kenapa-kenapa eg.
Gati : walah, orane. Santai ae. Haha. Jiden kowe ki mal.
Heny : ah, ket mbiyen mala jiden ki gat.
Heny, Gati, Tian, Rizky : Hahaha.
Rizky : lah, kowe meh melu ra ian?
Tian : aku ngko mbengi ono acaran yasinan eg nang omahe aku. Sorry ya. Hehe. Pengen sih, tapi kok aku mesti raoleh ro ibune nek ora melu yasinan.
Heny : owh, yowes. Pakem ki ngko mbengi Gat, Riz?
Gati : aku ngono pakem. Penasaran eg.
Rizky : ngerti omahku to? Lah ngko mbengi langsung rono ae, tak ter tkan ngarep omah sek horor kui.
Heny : oke.
Bel mlebu muni.
Mbengine, Heny karo Gati kumpul ning omahe Rizky. sakdurunge lungo, Rizky nyangoni senter gawe madangi pas neng njero omah. Maklum, neng njero omah kui peteng, ora ana lampu sek murup, amarga wis ora tau di urus meneh.
Rizky : wis mantep? (Karo namatke Heny karo Gati)
Heny : ah, meng ngene. Kecil. Ora butuh persiapan sek khusus. Haha
Gati : iyo. Njo lek ndang mangkat.
Rizky : iku omahe. Pye? (karo nunjuk omahe)
Heny : yo lumayan medeni sih. Tapi iku mergo wes sui ra dinggoni njuk ono kesan medeni kui to.
Gati : njo mlebu.
Heny banjur ngetutke Gati sek nggocek senter neng mburine.
Heny : Gat, alon wae. Aku ojo tinggal ya. Ra nggowo senter eg.
Gati : ah, jare ra wedi?
Heny :ncen ora, neng kok peteng yaa.
Cah loro kui mlaku-mlaku alon nang njero omahe. Nangeng, teko-teko lampune kedap kedip dewe.
Heny : eh, kenopo iki? Gat gat gat
Gati : opo to? Meng ngono kok. Ikikan mergo ra tau diurus kui.
Teko-teko2 seko lawang ngarep metungul pocong.
Gati dan Heny : aaaaa ampun ampun. (karo terus mundur njuk keweden)
Nangeng, seko lawang mburi metungul kuntilanak. Cah loro kui tambah keweden. Kunti karo pocong selot nyepak, gati karo Heny yo selot wedi njuk nangis. Gati malah nggasi ngompol.
Gati dan Heny : aa, ampun mbak kunti, mas pocong. Dewe ijeh pengen urip..
Pocong dan kunti selot cepak. Nangeng teko-teko do meneng. Kunti teko-teko njikuk senter seko tangane gati. mengambil senter yang ada di tangan Gati.
Kunti : heh cah enom. Nyileh sentere sek ya. Meh mbenekke lampu. Ndak mati urip mati urip terus.
Gati : o o o o i yo yo. Ji ji ji kuk ae
Heny keweden neng karo bingung. Mosok setan mbenekke lampu harang? Nggowo senter, emang setan jaman jaman sakiki luwih seneng padang ketimbang peteng ya? Owh, berita anyar ki.
Pocong : oalah, cah enom. Meng meh nyileh sentere ae nggasi ngompol. (karo mlaku ninggalke Heny lan Gati)
Kunti : ho’o kui. Emang dewe medeni ya? Mesti kok nek sek weroh dewe kok sok keweden. (karo mlaku ninggalke Heny lan Gati bareng pocong)
Rizky : eh, ono opo? Kok njerit-njerit ae.?
Heny : mau ono pocong,
Gati : karo kunti sek marani dewe.
Heny : nyepaki dewe, tak kiro meh mateni, jebul meng njikuk senter sek di gwo gati mau.
Rizky : ha? Mosok sih? Haha. Aneh-aneh ae.
Gati : tenan kui. Aku weroh dewe. Nggasi ngompol ki lo.
Rizky : yowes njo bali. Ceritane teruske sesuk neng kelas wae. Selak ngantuk eg aku tur iki wis mbengi, nek kewengen iso seneni bapak ibuke aku ngko.
Esuke, pas Mala karo Tian mangkat Gati uwis ono ning kelas. Gati meh cerito kedadian mau mbengi, nanging langsung dipedot Heny sek teko.
Mala : eh, kok ijeh urip to gat? Haha.
Tian : sido ra to mau mbengi?
Gati : sido. Eh, tapi aku kok jeh geli. Aneehhhh banget.
Mala : lah, emang knopo? Haha.
Gati : mosok to..
Heny : eh, wes do kumpul. Haha.
Rizky : mau mbengi do wanen ki. Do ktemu tenan ro setane.
Tian : ho’o po? Wah, jane mau mbengi melu ya.
Mala : hus hus hus. Pye gat critane?
Gati : dewe kan mlebu. Njuk pertamane lampune mota-mati, teko2 seko ngarep ono kuntilanak, seko mburi ono pocong. Kuntilanak karo poconge terus nyepaki dewe.
Mala : ha? Njuk pye pye?
Heny : tak kiro yo meh mateni dewe ya, jebule opo jal? Meng meh njikuk senter sek digowo gati. Edan pora?
Tian : ah, kui crito opo meneh? Oraono sejarah crito kyo ngno. Hahaha. Aneh ae
Mala : hahaha. Mosok sih? Horor kok malah marakke ngguyu. Hahaha
Rizky : aku ae maune percoyo ra percoyo ndak. Tapi gati ae nggasi ngompol ngono kok.
Gati : sssssssssttttt ah kowe ember kok.
Tian : ho’o po gat? Haha. Ngelek-ngeleki cah lanang ae kowe ki.
Mala : haha. Nek kabeh setan koyo ngno, aku dadi ra jiden neh.
Tian : walah, nek kamu weruh setan ki sek wedi ndisek setane lah. Haha
Mala : -_- ah, ngece
Rizky : lah pye? Heny gati,? Wis percoyo durung bar ngono ki?
Heny : haha. Aku jane mau mbengi ngimpi ora to? Setane ki jane setan tenanan po ora?
Gati : ho’o ya. Aneh banget. Nek gawe berita njuk diwawancarai dewe iso mlebu tv hen. Hahaha
Heny : ho’o ya, njuk terkenal. Wkwkwk
Tian : nah, nek kui gek ngimpi!
Mala : haha, yowes ah. Pengalaman to. Nek jane ki dunia lain, selain manusia ki ncen ono. Tapi nek dewe ora ganggu, mesti ora bakal di ganggu kok.
Heny : hehe, iyo-iyo. Aku setuju kui.
Rizky : eh, bel masuk kae.
Tian : mending dewe akhiri dramane ae.
Mala, Heny, Rizky, Gati, Tian pada ngumpul, banjur ngucapke maturnuwun marang konco-konco lan guru utawa juri
😃😃😄😄😄 -----T A M A T-----
Kau puisiku

kau sosok yang punyai arti
Kau Puisi ketika datang sepi
Saat nikmati indah sunset pantai kuta
Hadirmu jadi pelengkapku di tata surya
Aku butuh dunia.. dan kau
sebagai pendamping ketika ku rasakan galau
Aku butuh cinta.. dan kau
adalah tema saatku rasakan galau
Kau ada untuk melengkapi diriku
Kau tercipta untuk menutupi kekuranganku
L. O. V. E. yang membuatku bisa bertahan
Seperti rumput yang tak kan tumbang oleh topan
Emosi, perasaan, jaminan rasa aman
Kau sanggup taklukan hati dengan sebuah senyuman
Aku berdiri karna kau hadir di sisi
Your my everything baby..
kau takkan pernah terganti..
Kaulah belahan hatiku
yang terangi aku
dengan cintamu
Kau hangatkan jiwaku
dan slimuti aku
dengan kasihmu
Ku coba gapai apa yang kau ingin
Saat ku terjatuh sakit kau adalah aspirin
Coba menuntunmu agar ada di dalam track
Kau catatan terindah di dalam teks
Dan aku mengerti apa yang kau mau,
hargai dirimu, menjadi imammu
Karna kau diciptakan dari tulang rusukku
selain itu karna kau bagian dariku. 👏😉🎵


